JPNN.com, SOLO - Polda Jawa Tengah (Jateng) menyebut adanya anomali atau perbedaan pola pergerakan kendaraan pada arus mudik Lebaran 2025 ketimbang dengan tahun sebelumnya.
Menukil data Jasa Raharja, Dirlantas Polda Jateng Brigjen Pol Sonny Irawan mengungkapkan jumlah kendaraan yang masuk melalui Gerbang Tol (GT) Kalikangkung mengalami peningkatan sebesar 5,8 persen dibandingkan Lebaran tahun 2024.
"Tahun lalu, sampai dengan H 3, jumlah kendaraan yang masuk ke Trans Jawa berkisar 450 ribu. Tahun ini, angkanya naik menjadi sekitar 480 ribu kendaraan," ujar Brigjen Sonny di GT Banyumanik Semarang, Kamis (3/4).
Pihaknya menyoroti adanya perbedaan pola perjalanan dengan tahun lalu. Jika pada Lebaran 2024 arus balik di H+1 hingga H+3 cenderung stabil, tahun ini terjadi lonjakan signifikan.
Baik di Cikatama mau pun wilayah Trans Jateng, H+1 hingga H+3 mengalami peningkatan cukup signifikan. Lonjakan terlihat mulai dari Kalikangkung, Banyumanik, hingga Tol Solo-Jogja.
Tol Solo-Jogja yang sebelumnya memiliki angka lalu lintas normal di kisaran 500 hingga 600 kendaraan, pada H+1 hingga H+2 mengalami lonjakan drastis. Kombinasi antara wisatawan dari Solo Raya ke Yogyakarta, dan kendaraan dari wilayah timur serta barat menyebabkan kepadatan di beberapa titik.
Kepadatan tidak hanya terjadi di jalur arteri, tetapi juga di exit tol seperti Prambanan dan Taman Martani. Data mencatat, gabungan kendaraan yang keluar di dua gerbang tol tersebut hampir mencapai 1.700 unit.
"Jalur Arteri Solo-Klaten-Jogja memang memiliki hambatan samping yang telah kami minimalisir bersama stakeholder. Namun, karena volume kendaraan tinggi, dan kapasitas jalan terbatas, terjadi perlambatan," ujarnya.
Meski demikian, lalu lintas di dalam tol relatif lancar. Jika terjadi kepadatan di GT Prambanan dengan antrean lebih dari 1 kilometer, pihaknya akan menutup gerbang tersebut, dan mengalihkan kendaraan keluar melalui Klaten.
"Kami lakukan normalisasi terlebih dahulu sebelum membuka kembali gerbang tol. Jika Klaten penuh, maka kendaraan akan dialihkan ke Polanharjo," tuturnya.
Meski pun terjadi peningkatan volume kendaraan, dan perlambatan di beberapa titik, menurutnya arus mudik di Jateng secara keseluruhan tetap berjalan aman, dan lancar.
"Alhamdulillah, meskipun cukup padat, tidak ada kendala besar. Semua berjalan dengan aman, dan terkendali berkat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Polda DIY," tuturnya.(wsn/jpnn)
Yuk, Simak Juga Video ini!
Read More...