Yudo Margono, Antara Keraguan dan Keyakinan

Republika Online • Sun, 04 Dec 2022 00:41

25
Yudo Margono, Antara Keraguan dan Keyakinan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Laksamana Yudo Margono selangkah lagi mengemban amanah Panglima TNI. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) itu sudah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo dan lulus uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan Komisi I DPR.

Namun, langkah Yudo menggantikan posisi yang sebelumnya ditempati Jenderal Andika Perkasa tidak bisa dibilang mulus-mulus saja. Walaupun banyak pengamat yang 'menjagokan' Yudo, banyak yang mengungkap kekhawatiran kepada Yudo.

Bukan soal pribadinya, bukan soal visi-misinya, bukan soal fokus kerjanya, tapi lebih kepada masa jabatannya. Pasalnya, Yudo kemungkinan hanya menjabat sebagai Panglima TNI tidak kurang dari satu tahun, seperti yang dialami Andika Perkasa.

Hal ini yang membuat tidak sedikit yang merasa Yudo, nantinya jika benar-benar menjadi Panglima TNI, hanya akan meneruskan program-program dari Andika. Yudo tidak mendapat banyak kesempatan menjalankan program yang disusunnya.

Uniknya, Yudo tampak cukup santai menanggapi keraguan tersebut. Usai uji kelayakan dan kepatutan di DPR misalnya, Yudo malah beberapa kali terlihat mengeluarkan jawaban atau mimik wajah 'lucu' menjawab pertanyaan terkait itu.

"Silakan masing-masing orang bisa menilai, efektif atau tidak efektif," kata Yudo, setelah sebelumnya sempat tidak mau memberi tanggapan dan cuma senyum-senyum, ketika mendapatkan pertanyaan-pertanyaan tersebut, Jumat (2/12/2022).

Meski begitu, tidak sedikit pihak-pihak yang meyakini Yudo mampu berbuat banyak. Setidaknya, walaupun tidak bisa banyak merubah wajah TNI, Yudo diyakini mampu memperbaiki citra TNI yang belakangan banyak tercoreng soal kedisiplinan.

Soal sinergitas TNI-Polri, pria kelahiran Garon, Balerejo, Madiun, Jawa Timur, 26 November 1965 itu boleh berbangga. Bagaimana tidak, Yudo datang ke DPR diantarkan langsung orang nomor satu di Polri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Selain itu, dalam proses uji kelayakan dan kepatutan yang digelar Komisi I DPR, Listyo tidak cuma mengantar tapi menemani Yudo sampai prosesnya selesai. Padahal, fit and proper test berlangsung cukup lama, kurang lebih tiga jam.

Tidak cuma itu, istri Yudo, Veronica Yulis Prihayati, merupakan seorang polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Hal ini sempat dipamerkan pula dalam Ruang Rapat Komisi I DPR dan mengundang tepuk tangan dari yang melihat.

"Sinergitas TNI-Polri baru didengungkan tahun-tahun 2015, tapi waktu itu (1991) saya sudah menyampaikan, sudah declare, saya sudah solid. Kenapa? Lah ini istri saya saja Polri," ujar Yudo.

Melihat sosok Yudo Margono yang boleh dibilang sangat dekat dengan Polri itulah, tidak sedikit masyarakat memberikan respon cukup positif. Semua tentu berharap Yudo Margono mampu tidak cuma memperbaiki, tapi memperkuat soliditas TNI-Polri.

Dalam uji kelayakan dan kepatutan, Yudo mengusung visi untuk mewujudkan TNI yang kuat, sehingga menjadikan rakyat dan bangsa Indonesia menjadi bermartabat di mata dunia. Hal ini akan dicapai dengan menjadikan TNI sebagai patriot NKRI.

Selain itu, Yudo membawa empat fokus kerja. Satu, mengakselerasi pembangunan sumber daya manusia TNI yang unggul dalam setiap penugasan. Dua, meningkatkan kesiapan operasional satuan-satuan di TNI, baik personel maupun alutsista.

Tiga, memperkuat implementasi konsep gabungan yang telah diaktualisasi melalui Kogabwilhan. Empat, memantapkan implementasi reformasi birokrasi dan kultur organisasi di tubuh TNI guna menunjang semua tugas dan tanggung jawab TNI dalam menegakkan kedaulatan.


Read More...

^