Langkah Nyata Konservasi Laut, PIS Berhasil Tandai Empat Hiu Paus

Okezone • 13 hours ago

55
Langkah Nyata Konservasi Laut, PIS Berhasil Tandai Empat Hiu Paus

Seorang penyelam merekam aktivitas ikan Whale Shark (Hiu Paus)amp;nbsp; di perairan Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur.amp;nbsp; amp;nbsp; PT Pertamina International Shipping (PIS) menegaskan komitmennya dalam konservasi hiu paus (Rhincodon typus) di Indonesia melalui keberhasilan penandaan (tagging) empat ekor hiu paus di perairan Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Dengan capaian ini, PIS tercatat telah menandai total tujuh hiu paus dalam dua tahun terakhir. amp;nbsp; Proses penandaan yang dilakukan beberapa waktu lalu tersebut melibatkan Konservasi Indonesia, sebuah yayasan nasional yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan. Keberhasilan menandai individu-individu baru ini menjadi langkah penting dalam studi dan observasi ikan terbesar di dunia. amp;nbsp; Keempat hiu paus tersebut diberi nama Pride, Prime, Bangka, dan Belitung, terinspirasi dari nama kapal tanker kebanggaan PIS. amp;nbsp; Manager CSR PIS, Alih Istik Wahyuni, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk peran aktif perusahaan dalam menjaga kelestarian fauna laut Indonesia. Data yang dikumpulkan bersama mitra berpengalaman diharapkan dapat mendukung upaya perlindungan hiu paus sekaligus menjadi dasar penyesuaian operasional perusahaan agar berdampak positif terhadap keberlangsungan satwa tersebut. amp;nbsp; Selain untuk kepentingan konservasi, penandaan ini juga bertujuan memetakan jalur migrasi hiu paus di perairan Nusantara. Informasi tersebut memungkinkan PIS mengantisipasi dan meminimalkan potensi tabrakan antara hiu paus dan kapal-kapal besar. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tabrakan dengan kapal merupakan salah satu faktor penyebab kematian hiu paus dan penurunan populasinya. amp;nbsp; Alih menambahkan, data hasil tagging akan diintegrasikan dengan data pelayaran PIS guna memetakan jalur migrasi hiu paus secara lebih akurat. Integrasi data ini diharapkan dapat menekan risiko tabrakan serta memperkuat kontribusi perusahaan dalam pelestarian hiu paus di Indonesia. amp;nbsp; Sementara itu, Focal Species Conservation Senior Manager Konservasi Indonesia, Mochamad Iqbal Herwata Putra, menjelaskan bahwa populasi hiu paus global saat ini menghadapi berbagai ancaman serius yang diperkirakan telah menurunkan populasinya lebih dari 50 persen. Meski demikian, upaya pemulihan yang konsisten membuka peluang pemulihan populasi dalam kurun waktu sekitar 100 tahun ke depan. amp;nbsp; Ia menyebutkan bahwa tabrakan kapal, polusi laut, perubahan iklim, serta tangkapan tidak disengaja menjadi faktor utama yang menyebabkan hiu paus terdampar di berbagai wilayah pesisir. Melalui penandaan hiu paus di sejumlah lokasi, termasuk Kepulauan Derawan, PIS dan Konservasi Indonesia dapat menghimpun data penting untuk mempelajari koridor migrasi dan memperkuat perlindungan terhadap spesies yang terancam punah tersebut. amp;nbsp; Kegiatan penandaan hiu paus ini merupakan bagian dari program Marine BiodiverSEAty yang berada di bawah payung BerSEAnergi untuk Laut, inisiatif CSR PIS pada pilar Environmental Preservation. Program ini menegaskan komitmen PIS dalam melindungi hiu paus sebagai spesies payung yang masuk dalam kategori terancam punah menurut IUCN. amp;nbsp; Penandaan dilakukan menggunakan perangkat tag satelit untuk memantau pola pergerakan, jalur migrasi, dan habitat kritis hiu paus di perairan Derawan serta wilayah laut Indonesia lainnya. amp;nbsp; Melalui Marine BiodiverSEAty, PIS juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 14: Life Below Water, sekaligus memperkuat kolaborasi konservasi laut yang berkelanjutan, berbasis data, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari tingkat lokal hingga nasional. amp;nbsp; Sebelumnya, pada tahun lalu, PIS telah melaksanakan kegiatan serupa di perairan Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Kwatisore, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, dengan menandai tiga ekor hiu paus. Setelah berhasil menandai total tujuh individu di Kwatisore dan Kepulauan Derawan, PIS berkomitmen untuk terus melanjutkan program ini guna memperkaya basis data penelitian. amp;nbsp; amp;ldquo;Kami akan terus mengembangkan program ini untuk memetakan risiko tabrakan kapal dengan hiu paus (Whale Sharkamp;ndash;Ship Collision Risk Map), sekaligus menyusun rekomendasi mitigasi dan masukan teknis bagi pengembangan SOP keselamatan laut,amp;rdquo; tegas Alih. amp;nbsp; Berdasarkan laporan International Union for Conservation of Nature (IUCN), hiu paus telah masuk dalam Daftar Merah spesies terancam punah sejak 2016. Sejak saat itu, berbagai upaya konservasi terus dilakukan, termasuk oleh PIS sebagai perusahaan di sektor maritim yang memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem kelautan Indonesia.

Read More...

User's comments

^